EKSISTENSI TASAWUF DI KALIMANTAN BARAT: KAJIAN TERHADAP PERKEMBANGAN TAREKAT
DOI:
https://doi.org/10.33652/handep.v3i1.56Keywords:
tasawuf, tarekat, dan Kalimantan BaratAbstract
Tulisan yang membahas tentang eksistensi tasawuf di Kalimantan Barat cenderung bersifat parsial. Oleh karena itu, tulisan ini akan mengungkap eksistensi tasawuf di seluruh wilayah Kalimantan Barat melalui perkembangan tarekat di berbagai daerah. Tulisan ini dikerjakan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan sebagai berikut: 1) tasawuf pertama kali teridentifikasi sejak datangnya Syeikh Hussein al-Qadri di Negeri Matan, Ketapang; 2) tasawuf eksis sejak murid-murid Syeikh Ahmad Khatib Sambas pulang dari haji dan mengajarkan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah; 3) tasawuf berkembang di Kalimantan Barat dalam bentuk tarekat, antara lain Tarekat Naqsyabandiyah Muzhariyah, Tarekat Haq Naqsyabandiyah, Tarekat Al-Mu’min, Tarekat Shiddiqiyah, dan Tarekat Sammaniyah; 4) keberadaan tarekat-tarekat di Kalimantan Barat dapat dilihat melalui kondisi kehidupan beragama masyarakat, yaitu diterimanya Islam dengan baik di masyarakat yang sebelumnya sudah beragama dan Islamisasi budaya leluhur yang masih berkembang dengan tanpa mengurangi nilai-nilai budaya yang ada.
References
A’yuni, Anita Qurroti. Internalisasi Nilai Tawaduk Melalui Pelatihan Zikir pada Pengamal Tarekat Qadiriyah -Naqsyabandiyah Syeikh Ahmad Khatib Sambas di Desa Kuala Secapah Kabupaten Mempawah, Tesis (Pontianak: Pascasarjana IAIN Pontianak, 2018).
Gitosaroso, Muh. “Tarekat Haq Naqsyabandiyah di Kalimantan Barat: Studi Kasus di Kecamtan Pontianak Timur”, Jurnal Al-Hikmah, Vol.7, No.1, Tahun 2013.
Gitosaroso, Muh. dan Ridwan, Shalatnya Para Ahli Thariqah: Shalat dalam Perspektif Para Penganut Tarekat (Jakarta: Pustakapedia, 2018).
Hadjar, Ibnu. Biografi Maulana Syeikh TGH Abdussamad Habibullah: Pengemban Tarekat Haq Naqsyabandi (Mataram: Pusat Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Dakwah Yayasan Darul Ismu Haq Mataram NTB, 2011).
Henk Schulte Nordholt, Gerry Van Klinken, dan Ireen Karang-Hoogenboom, Politik Lokal di Indonesia (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan KITLV-Jakarta, 2014).
Hermansyah, Erwin dan Rusdi Sulaiman, Islam di Borneo: Jejak Tasawuf ddalam Naskah Muhammad Sa’ad Sambas (Pontianak: IAIN Pontianak Press, 2017).
Hermansyah, Islam dan Melayu di Borneo (Pontianak: IAIN Pontianak Press, 2015).
Kartodirjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah (Jakarta: Gramedia Pustaka, 1992).
MS., Basri. Metodologi Penelitian Sejarah (Pendekatan, Teori dan Praktek) Jakarta: Restu Agung, 2006).
Mulyati, Sri. dkk, Mengenal dan Memahami Tarekt-tarekat Mukhtabarah di Indonesia (Jakarta: Prenada Media Grup, 2005).
Mulyati, Sri. Peran Edukasi tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Dengan Referensi Utama Suryalaya (Jakarta: Kencana dan Prenada Media, 2010).
Patmawati dan Besse Wahida, “Konsep Ketauhidan Dalam Naskah Kuno Lontara Attorioloang ri Wajo”, Laporan Penelitian (Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, 2017).
Riyadhi, Baidhillah. Guru Haji Ismail Mundu: Ulama Legendaris Dari Kerajaan Kubu (Kubu Raya: Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga, 2011).
Syam, Nur. Menjaga Harmoni Menuai Damai: Islam, Pendidikan dan Kebangsaan (Jakarta: Kencana, 2018).
Tomi, Pasak Negeri Kapuas 1616-1822 (Jakarta: Feliz Books, 2014).
Yusriadi dan Hermansyah, Orang Embau: Potret Masyarakat Pedalaman Kalimantan (STAIN Pontianak Press, Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Fondation, 2003).
Yusriadi dan Patmawati (ed.), Dakwah Islam di Kalimantan Barat, (Pontianak: STAIN Press, 2006).
Zaenuddin & Faizal Amin (Ed.) Proceeding International Conference On Nusantara Manuscripts (Pontianak: IAIN Pontianak Press, 2015).
Downloads
Published
Issue
Section
License
By submitting the manuscript of papers/articles to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, the authors are agreed to the following terms stated in copyright and license. Please also read our Publication Ethics dan Screening for Plagiarism.
Copyright
Authors who wish to publish and disseminate their papers with Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, shall agree to the publishing rights set by Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya. Authors understand that they shall assign publication right to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya as part of the process upon acceptance for publication. The authors agreed that they will transfer certain copyrights to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya (authors must transfer the copyright by using the downloaded form HERE). Consecutively, authors still retain the right to use and share their own published articles without written permission from Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, as long as attributed properly, that the articles are initially published at Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya.
Authors granted Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya these following rights; (1) the right to publish and provide the manuscripts in all forms and media for publication and dissemination, (2) the authority to enforce the rights in the manuscript, for example in the case of plagiarism or copyright infringement.
License
Works in Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya licensed under Creative Commons Attribution license. Users are free to copy and redistribute the material in any medium or format, remix, transform, and build upon the material under these terms; users must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. Users may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses users or their usage.