BUDAYA KEMPONAN PADA MASYARAKAT MELAYU PONTIANAK (KAJIAN KEARIFAN LOKAL DALAM KEHIDUPAN SOSIAL ETNIK MELAYU
DOI:
https://doi.org/10.33652/handep.v3i1.38Keywords:
kemponan, local wisdom, and Pontianak MalayAbstract
Kemponan merupakan perwujudan kebudayaan lokal masyarakat Melayu Pontianak yang mengajarkan nilai sosial dalam bentuk sugesti. Kemponan merupakan budaya menghargai dan mengapresiasi sebuah tawaran ataupun pemberian orang lain berupa makanan dan minuman. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya kemponan berdasarkan sebab dan media terjadinya, pola pencegahannya, dan nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebab terjadinya budaya kemponan ialah adanya sugesti negatif dalam diri seseorang mana kala tidak memakan atau meminum yang disuguhkan atau yang diinginkan sehingga akan menimbulkan bala atau celaka bagi orang tersebut. Media terjadinya kemponan ialah makanan dan minuman, bahkan terdapat beberapa makanan dan minuman yang disakralkan oleh masyarakat Melayu Pontianak. Sebagai sebuah ‘sugesti negatif’ kemponan dapat dicegah dengan cara ‘dipatahkan’ melalui perilaku khas yang disebut jamah, cempalet, dan palet; yang mengandung nilai-nilai sosial yang berfungsi sebagai penangkal bala atau celaka mana kala seseorang menolak ajakan untuk menyantap makanan ataupun minuman tertentu yang dianggap sakral. Di dalam perilaku menjamah, cempalet dan palet, budaya kemponan mengandung nilai kearifan lokal yaitu 1) nilai budaya saling menghargai sesama manusia, 2) nilai budaya menghargai alam, dan 3) nilai budaya religi.
References
Anwar, Khaidir. 1995. Beberapa Aspek Sosio-Kultural Masalah Bahasa.Yogyakarta: UGM press.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Asfar, Dedy Ari. 2010. Bahasa Ibu sebagai Identitas Etnik: Sosiolingusitik Melayu di Kota Pontianak. (Prosiding).Bandung:BBJB.
BPS Kalbar. 2010. Kalbar Dalam Angka. Pontianak: Artha Grafistama.
Husny. 1986. Butir-butir Adat Budaya Melayu Pesisir Sumatra Timur. Jakarta: Depdikbud.
Effendi, Chairil. 2006. Becerite dan Bedande Tradisi kesastraan Melayu Sambas. Pontianak: STAIN Press.
Effendi, Chairil. 2006. Sastra sebagai Wadah Integrasi Budaya. Pontianak: STAIN Press.
Gaspersz, Steve G. TT. Masuk Melayu: Menegosiasikan Islam dan Kemelayuan di Malaysia. (Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya) Vol 3 Universitas Kristen Indonesia Maluku
Ibrahim, dkk. 2012. Pantang Larang Melayu Kalimantan Barat. Pontianak: STAIN Press.
KBBI Edisi V Offline 2017.
Koentjaraningrat. 1986. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Mardimin, Johannes, dkk. 1994. Jangan Tangisi Tradisi, Traransformasi Budaya Menuju Masyarakat Indonesia Modern. Yogyakarta: Kanisius.
Moleong, L.J. 2010. Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Huberman A.M. dan Matthew B.M.. 2014. Analisis data kualitatif. Jakarta: UI Press.
Pelly, Usman, dan Asih Menanti. 1994. Teori-teori Sosial Budaya. Jakarta: Depdikbud.
Saad, Muhammad Zubdi. 2003. Nasib Mendu dan Sejumlah Renungan Sufistik Anak Melayu. Pontianak: Mulyatama.
Sunandar. 2015. Melayu dalam Tantangan Globalisasi: Refleksi Sejarah dan Berubahnya Sistem Referensi Budaya. (Jurnal Khatulistiwa) Volume 5 No.1: IAIN Pontianak.
Wawancara Maimun Binti Husin, Mempawah 8 Januari 2015.
Wawancara Sataruddin Ramli, Pontianak 16 Januari 2015.
Wawancara Syarifah Dayang, Batu Ampar (Kubu Raya) 10 Februari 2015
Downloads
Published
Issue
Section
License
By submitting the manuscript of papers/articles to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, the authors are agreed to the following terms stated in copyright and license. Please also read our Publication Ethics dan Screening for Plagiarism.
Copyright
Authors who wish to publish and disseminate their papers with Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, shall agree to the publishing rights set by Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya. Authors understand that they shall assign publication right to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya as part of the process upon acceptance for publication. The authors agreed that they will transfer certain copyrights to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya (authors must transfer the copyright by using the downloaded form HERE). Consecutively, authors still retain the right to use and share their own published articles without written permission from Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, as long as attributed properly, that the articles are initially published at Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya.
Authors granted Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya these following rights; (1) the right to publish and provide the manuscripts in all forms and media for publication and dissemination, (2) the authority to enforce the rights in the manuscript, for example in the case of plagiarism or copyright infringement.
License
Works in Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya licensed under Creative Commons Attribution license. Users are free to copy and redistribute the material in any medium or format, remix, transform, and build upon the material under these terms; users must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. Users may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses users or their usage.