URGENSI KEBERADAAN KOTA-KOTA PESISIR TERHADAP KAJIAN SEJARAH MARITIM DI NUSANTARA: SEBUAH STUDI STRUKTURALISME
DOI:
https://doi.org/10.33652/handep.v6i2.373Keywords:
Kcoastal cities, maritime, archipelago, and structuralismota Pantai, Sejarah, Maritim, Nusantara, StrukturalisAbstract
This article aims to review the existence of coastal cities based on structuralism theory to understand the urgency of studying maritime history in the archipelago. The archipelago has a vast ocean expanse that allows interaction between individuals in maritime activities, namely shipping, and trade. On the other hand, it also had consequences; the arrival of foreigners to the archipelago significantly impacted maritime conditions, especially in forming coastal city structures and several other supporting elements. The study used the historical method. The stages were heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Of all these things, this article discusses three structuralism ideas by Fernand Braundel and their relations to studying maritime history in the archipelago, including longue durée, conjoncture, and evenementiel.References
Abdurrahman, Dudung. 2011. Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Yogyakarta: Ombak.
Agustin, Nurul Hidayati. 2016. “Gurihnya Garam Wanginya Tembakau: Eksistensi Sumenep sebagai Kota Pantai pada Abad XVIII-XIX.” Hlm. 101-109, dalam Bunga Rampai Lawatan Sejarah Regional: Menelusuri Jejak Sejarah Maritim di Pantai Utara Jawa Tengah, disunting oleh Darto Harnoko. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta.
Azra, Azyumardi. 2013. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Akar Pembaruan Islam Indonesia. Edisi Perenial. Jakarta: Kencana.
Bellwood, Peter, dan T. W. Kamil. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo Malaysia. Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Braudel, Fernand. 1972. The Mediterranean and the Mediterranean World in the Age of Philip II. Volume I. California: University of California Press.
______.1992a. Civilization and Capitalism 15th-18th Century, Volume I: The Structures of Everyday Life. California: University of California Press.
______. 1992b. Civilization and Capitalism 15th-18th Century, Volume II: The Wheels of Commerce. California: University of California Press.
______. 1992c. Civilization and Capitalism 15th-18th Century, Volume III: The Perspective of the World. California: University of California Press.
Fiqri, Yanuar Al. 2020. “Teknologi Perkapalan Nusantara Abad ke-16- 18 M.” Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya 14(1):1-21.
Hamid, Abd. Rahman. 2015. Sejarah Maritim Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
______. 2021. Jaringan Maritim Mandar: Studi tentang Pelabuhan “Kembar” Pambauwang dan Majene di Selat Makassar 1900- 1980. Yogyakarta: Ombak.
Hasim, Rustam. 2019. “Dari Monopoli hingga Pelabuhan Bebas: Aktivitas Perdagangan di Karesidenan Ternate 1854-1930.” Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities 3(2):151-179.
Iqmal, Nur. 2016. “Kerajaan Balangnipa pada Abad XVI-XVII M.” Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan 4(1):141-154.
Kusliansjah, Karyadi, dan Adam Ramadhan. 2012. Struktur Pesisir (Waterfront) Kota Cirebon - Jawa Barat: Studi Kasus Telaah Morfologi Kawasan Pesisir Kelurahan Panjunan, Lemah wungkuk, Kasepuhan, Kesusenan Kota Cirebon. Bandung: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan.
Lapian, Adrian B. 2008. Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17. Depok: Komunitas Bambu.
Madjid, M. Dien. 2021. Metode Sejarah: Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Mulya, Lillyana. 2014. “Kebijakan Maritim di Hindia Belanda: Langkah Komersil Pemerintah Kolonial.” Mozaik: Jurnal Ilmu Humaniora 7(1):1-18.
Nur, Nahdia. 2016. “Jaringan Perdagangan dan Integrasi Ekonomi (1900-1938).” Walasuji: Jurnal Sejarah dan Budaya 7(2):319-331.
Rabani, La Ode. 2010. Kota-kota Pantai di Sulawesi Tenggara: Perubahan dan Kelangsungannya. Yogyakarta: Ombak.
Reid, Anthony. 1990. “An ‘Age of Commerce’ in Southeast Asian History.” Modern Asian Studies 23(1):1-30.
______. 2015. Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680, Jilid 2: Jaringan Perdagangan Global. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Ricklefs, M. C., Bruce Lockhart, Albert Lau, Portia Reyes, dan Maitrii Thwin. 2013. Sejarah Asia Tenggara: Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu. Sadewa, Danang Giri. 2016. “Kejayaan Maritim Pantai Utara Jawa Tengah: Sejarah Pelabuhan.” Hlm. 53-62, dalam Bunga Rampai Lawatan Sejarah Regional: Menelusuri Jejak Sejarah Maritim di Pantai Utara Jawa Tengah, disunting oleh Darto Harnoko. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulistiyono, Singgih Tri. 2016. “Paradigma Maritim dalam Membangun Indonesia: Belajar dari Sejarah.” Jurnal Lembaran Sejarah 12(2):81-108.
_______. 2017. “Peran Pantai Utara Jawa dalam Jaringan Perdagangan Rempah.” Makalah, Seminar Nasional Jalur Rempah, dengan tema Rempah Mengubah Dunia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta.
Syafiera, Aisyah. 2016. “Perdagangan di Nusantara Abad Ke-16.” Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah 4(3):721-735. Tjandrasasmita, Uka. 2000. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-Kota Muslim di Indonesia dari Abad XIII sampai XVIII Masehi. Kudus: Menara Kudus.
Ulaen, Alex John. 2017. “Laut yang Menyatukan: Mengungkap Ruang Jaringan Laut Nusantara.” Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Budaya 12(1):49-59.
Wahid, Abdul. 2016. “Pusaka Bahari di Indonesia: Definisi dan Ruang Lingkupnya.” Hlm. 9-20, dalam Bunga Rampai Lawatan Sejarah Regional: Menelusuri Jejak Sejarah Maritim di Pantai Utara Jawa Tengah, disunting oleh Darto Harnoko. Yogyakarta: Balai Pelestari Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta. Zuhdi, Susanto. 2020. “Budaya Bahari sebagai Modal Membangun Negara Maritim Indonesia.” Jurnal Maritim Indonesia 8(2): 127-142
Downloads
Published
Issue
Section
License
By submitting the manuscript of papers/articles to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, the authors are agreed to the following terms stated in copyright and license. Please also read our Publication Ethics dan Screening for Plagiarism.
Copyright
Authors who wish to publish and disseminate their papers with Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, shall agree to the publishing rights set by Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya. Authors understand that they shall assign publication right to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya as part of the process upon acceptance for publication. The authors agreed that they will transfer certain copyrights to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya (authors must transfer the copyright by using the downloaded form HERE). Consecutively, authors still retain the right to use and share their own published articles without written permission from Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, as long as attributed properly, that the articles are initially published at Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya.
Authors granted Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya these following rights; (1) the right to publish and provide the manuscripts in all forms and media for publication and dissemination, (2) the authority to enforce the rights in the manuscript, for example in the case of plagiarism or copyright infringement.
License
Works in Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya licensed under Creative Commons Attribution license. Users are free to copy and redistribute the material in any medium or format, remix, transform, and build upon the material under these terms; users must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. Users may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses users or their usage.