URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MASYARAKAT PLURAL (STUDI KASUS DI KOTA SINGKAWANG)
DOI:
https://doi.org/10.33652/handep.v1i2.11Keywords:
pendidikan, multikultur, dan pluralAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum, tradisi budaya, dan urgensi pendidikan multikultural di sekolah Kota Singkawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bentuk strategi studi kasus terpancang. Sumber data yang digunakan yaitu informan, tempat dan peristiwa, dokumen, serta literatur. Validitas data menggunakan triangulasi dan teknik analisa data menggunakan teknik analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendidikan multikultural di Kota Singkawang penting untuk memberikan sikap toleransi dalam kehidupan plural masyarakatnya. Salah satu bentuk pendidikan berupa penyelenggaraan upacara tradisi budaya yang dimasukkan dalam materi pelajaran di sekolah.
References
Agusta, Ivanovich. 2014. Ketimpangan Wilayah dan Kebijakan Penanggulangan di Indonesia: Kajian Isu Strategis, Historis, dan Paradigmatis Sejak Pra Kolonial. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Alma, Buchari. 2010. Pembelajaran Studi Sosial. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Anam, Khoirul. 2017. Pembelajaran Berbasis Inkuiri: Metode dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Andri, W.P. et al. 2008. Peta Tematik Kebudayaan dan Sejarah di Kalimantan Barat. Pontianak: Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak.
Asmani, Jamal Ma’mur. 2012. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Yogyakarta: DIVA Press.
Aqib, Zainal. 2016. Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung: Yrama Widya.
Badan Pusat Statistik. Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut Provinsi Kalimantan Barat. sp2010.bps.go.id, diakses pada 13 Oktober 2017.
Banks, James A. 2012. Strategi Mengajar Ilmu Sosial: Penyelidikan, Penilaian, dan Pengambilan Keputusan. Bandung: Prodi PIPS SPS UPI dan Mutiara Press.
Gross, Richard E. 1978. Social Studies For Our Times. Canada: John Wiley & Sons, Inc.
Gunawan, Rudy. 2016. Pendidikan IPS: Filosofi, Konsep, dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Haningsih, Sri. 2005. Esensi Pendidikan Islam Ditinjau Dari Pendekatan Multikultural. Jurnal Pendidikan Islam FIAI Jurusan Tarbiyah.Vol. XII, No. VIII, hlm. 927.
Hanum, Farida dan Sisca Rahmadonna. 2010. Implementasi Model Pembelajaran Multikultural di Sekolah Dasar Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan.Vol. 03, No. 1, hlm. 89-102.
Hasan, S. Hamid. 1996. Pendidikan Ilmu Sosial. Jakarta: Depdikbud.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/ Kota_Singkawang, diakses pada 13 Oktober 2017.
Kartadinata, Sunaryo. 2015. Pendidikan Kedamaian. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Koentjaraningrat. 1993. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Lubis, Akhyar Yusuf. 2016. Pemikiran Kritis Kontemporer: Dari Teori Kritis, Culture Studies, Feminisme, Postkolonial, hingga Multikulturalisme. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Mahfud, Choirul. 2016. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mathews, S. A. dan P.P. Dilworth. 2008. Case Studies of Pre service Teachers’ Ideas About the Role of Multicultural Citizenship Education in Social Studies. Theory & Research in Social Education. Vol. 36, No. 4, hlm. 356-390.
Murtadlo, Ali dan Zainal Aqib. 2016. Kumpulan Metode Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Bandung: Penerbit Satunusa.
Nuriyanto, Lilam Kadari. 2014. “Bimbingan Konseling Melalui Pendidikan Multikultural Terhadap Anak-Anak dan Remaja,” dalam Penanggulangan Paham Radikalisme. Jurnal Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 5, No. 1, hlm. 19-40.
Rahmayani, Any. 2009. Dinamika Industri Keramik Cina di Sakkok Kota Singkawang Tahun 1933 Sampai 2008. Pontianak: Balai Pelestarian Nilai Tradisional Pontianak.
_____. 2010. Permukiman Tionghoa di Singkawang Abad Ke-19 (Sejarah Kota Bercirikan Tionghoa). Pontianak: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Budaya Pontianak.
_____. 2014. Permukiman Tionghoa di Singkawang. Yogyakarta: Ombak.
Ranjabar, Jacobus. 2017. Perubahan Sosial: Teori-Teori dan Proses Perubahan Sosial Serta Teori Pembangunan. Bandung: Alfabeta.
Ratna, Nyoman Kutha. 2016. Metodologi Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rustanto, Bambang. 2016. Masyarakat Multikultur di Indonesia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sanusi, Achmad. 2016. Pendidikan untuk Kearifan: Mempertimbangkan Kembali Sistem Nilai, Belajar, dan Kecerdasan. Bandung: Penerbit Nuansa.
Sapriya. 2016. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Soedarto. 1994. The Traditional Ceramic of Singkawang, It’s History and Meaning as One of
Our Cultural Heritage. Pontianak: STKIP Pontianak.
Supardan, Supardan. 2015. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial: Perspektif Filosofi dan Kurikulum. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Supardi. 2014. Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Sejarah Lokal. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi. Vol. 2, No. 1, hlm. 91-98.
Supriatna, Nana. 2007. Konstruksi Pembelajaran Sejarah Kritis. Bandung: Historia Utama Press.
_____, 2017. Ecopedagogy: Membangun Kecerdasan Ekologis dalam Pembelajaran IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sutopo. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Taniputera, Ivan. 2007. History of China. Yogyakarta: Ar-ruz Media.
Tilaar, H.A.R. 2012. Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Tohardi, Ahmad. 2003. Potret Pengusaha Etnis Tionghoa di Kalimantan Barat. Pontianak: Untan Press.
Tukiran. 2014. Pendidikan M u l t i k u l t u r a l da n Nasionalisme di Indonesia. Jurnal Sosio Didaktika, Vol. 1 No. 1.
Usman, S. dan Din, I. 2008. Masyarakat Sejarah dan Kebudayaan Tionghoa di Kalimantan Barat. Pontianak: Pustaka PeDAS.
Utama, Eka Jaya Putra. 2013. Materi Sejarah dalam Buku Teks Muatan Lokal Pendidikan Multikultur Kalimantan Barat. Jurnal Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial. Vol. 10, No. 2, hlm. 157166.
Widiarto, Tri dan Suwarso. 2007. Perspektif Global. Salatiga: Widya Sari Press.
Yoest. 2008. Riwayat Kelenteng, Vihara, Lithang di Jakarta dan Banten. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.
Downloads
Published
Issue
Section
License
By submitting the manuscript of papers/articles to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, the authors are agreed to the following terms stated in copyright and license. Please also read our Publication Ethics dan Screening for Plagiarism.
Copyright
Authors who wish to publish and disseminate their papers with Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, shall agree to the publishing rights set by Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya. Authors understand that they shall assign publication right to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya as part of the process upon acceptance for publication. The authors agreed that they will transfer certain copyrights to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya (authors must transfer the copyright by using the downloaded form HERE). Consecutively, authors still retain the right to use and share their own published articles without written permission from Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, as long as attributed properly, that the articles are initially published at Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya.
Authors granted Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya these following rights; (1) the right to publish and provide the manuscripts in all forms and media for publication and dissemination, (2) the authority to enforce the rights in the manuscript, for example in the case of plagiarism or copyright infringement.
License
Works in Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya licensed under Creative Commons Attribution license. Users are free to copy and redistribute the material in any medium or format, remix, transform, and build upon the material under these terms; users must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. Users may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses users or their usage.